Manaqib - Barry Schwartz dalam bukunya
"The Paradox of Choice" menegaskan bahwa semakin banyak pilihan dalam
hidup ternyata tidak serta merta menjadikan orang semakin menemukan
kebahagiaan. Justru sangat mungkin menjadikan seseorang bingung, kewalahan dan
kurang bahagia.
Ada banyak alasan rasional yang mengantarkan pada kesimpulan itu. Salah
satunya adalah terbukanya kemungkinan untuk membandingkan yang membuka peluang
untuk mengejar hasrat kepuasan yang tak akan pernah terpuaskan.
Jadi, kalau kemampuan kita terbatas sehingga tidak memungkinkan untuk
memiliki banyak pilihan, bersyukurlah dan nikmati apa yang ada. Begini ini akan
lebih membahagiakan. Semakin banyak keinginan dengan kemampuan yang tetap
terbatas hanya akan menjadi pemantik stress dan depresi.
Kalau kemampuan kita berlebih dan memungkinkan kita memiliki banyak pilihan,
maka jalan bahagianya adalah: pilihlah mana yang kira-kira paling disukai
Allah, berbagilah dengan orang lain untuk bisa "mencicipi"
pilihan-pilihan itu, dan ingatlah bahwa kemampuan kita memiliki keterbatasan
juga.
Kemampuan berlebih dan keinginan yang harus diikuti tanpa dibungkus rapi
dengan nilai-nilai spiritual hanya akan mengangkat kita menjadi "raja
sejenak" yang tak memiliki kemuliaan dan layak dikenang dalam setiap
benak.
Berbahagialah dan berbagilah bahagia, semakin banyak yang dibahagiakan maka
Allah akan semakin bahagiakan kita dalam setiap pilihan dan kegiatan kehidupan
kita.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar