RANGGEUYAN MUTIARA : (1) ulah ngewa ka ulama anu sajaman (2) ulah nyalahkeun kana pangajaran batur (3) ulah mariksa murid batur (4) ulah medal sila upama kapanah - KUDU ASIH KA JALMA NU MIKANGEWA KA MANEH - Pangersa Guru Almarhum

Selasa, 09 September 2014

SEMAKIN BANYAK YANG DIBAHAGIAKAN ALLAH AKAN SEMAKIN MEMBAHAGIAKAN KITA

Manaqib - Barry Schwartz dalam bukunya "The Paradox of Choice" menegaskan bahwa semakin banyak pilihan dalam hidup ternyata tidak serta merta menjadikan orang semakin menemukan kebahagiaan. Justru sangat mungkin menjadikan seseorang bingung, kewalahan dan kurang bahagia.

Ada banyak alasan rasional yang mengantarkan pada kesimpulan itu. Salah satunya adalah terbukanya kemungkinan untuk membandingkan yang membuka peluang untuk mengejar hasrat kepuasan yang tak akan pernah terpuaskan.


Jadi, kalau kemampuan kita terbatas sehingga tidak memungkinkan untuk memiliki banyak pilihan, bersyukurlah dan nikmati apa yang ada. Begini ini akan lebih membahagiakan. Semakin banyak keinginan dengan kemampuan yang tetap terbatas hanya akan menjadi pemantik stress dan depresi.


Kalau kemampuan kita berlebih dan memungkinkan kita memiliki banyak pilihan, maka jalan bahagianya adalah: pilihlah mana yang kira-kira paling disukai Allah, berbagilah dengan orang lain untuk bisa "mencicipi" pilihan-pilihan itu, dan ingatlah bahwa kemampuan kita memiliki keterbatasan juga.

Kemampuan berlebih dan keinginan yang harus diikuti tanpa dibungkus rapi dengan nilai-nilai spiritual hanya akan mengangkat kita menjadi "raja sejenak" yang tak memiliki kemuliaan dan layak dikenang dalam setiap benak.

Berbahagialah dan berbagilah bahagia, semakin banyak yang dibahagiakan maka Allah akan semakin bahagiakan kita dalam setiap pilihan dan kegiatan kehidupan kita.

Tidak ada komentar :