RANGGEUYAN MUTIARA : (1) ulah ngewa ka ulama anu sajaman (2) ulah nyalahkeun kana pangajaran batur (3) ulah mariksa murid batur (4) ulah medal sila upama kapanah - KUDU ASIH KA JALMA NU MIKANGEWA KA MANEH - Pangersa Guru Almarhum
Tampilkan postingan dengan label Dzikir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dzikir. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Agustus 2014

HATI PUN BUTUH WAKTU UNTUK ‘BERTEMU’ TUHANNYA

Manaqib - Setiap kita harus mengetahui bahwa tidak cukup hanya memperhatikan pada toleransi dengan orang lain. Tak boleh dilupakan bahwa kita perlu toleransi pada diri kita sendiri.

Tubuh kita membutuhkan istirahat. Perasaan kita membutuhkkan nuansa rileks dan santai. Hati kita membutuhkan waktu "bertemu" Tuhannya. Jangan sampai karena alasan pekerjaan atau mengejar sukses dan bahagia kita korbankan hak-hak tubuh, perasaan dan hati karena bahagia yang sesungguhnya adalah ketika semua yang ada pada diri kita telah terpenuhi hak-haknya.

Kamis, 21 Agustus 2014

UJIAN KEHIDUPAN DESAIN ALLAH SWT

Manaqib - Sungguh, konsep dasar kehidupan sesuai desain Allah, adalah ujian pilihan terhadap perintah Kebajikan atau larangan Kemungkaran. Dan ujian pilihan untuk berdzikir saat mendapat musibah atau untuk bersyukur kala memperoleh nikmat. Al-Quran menjelaskannya sebagai berikut:

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main, tanpa tujuan, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” [QS Al-Mukminun (23):115-116].


“...Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan orang-orang yang dusta” [QS Al 'Ankabut (29):1-3].

Jumat, 08 Agustus 2014

PENYEBAB MANUSIA MELUPAKAN ALLAH SWT

Manaqib - Tak bisa dipungkiri bahwa dalam setiap masa masih terdapat (banyak) manusia yang lupa akan hakikat hidup di dunia. Lebih parah lagi, sebagian dari mereka malah lupa akan Allah SWT yang telah menciptakan kita semua.
 

Jika ditelusuri sesungguhnya ada beberapa faktor yang melatarbelakangi fenomena demikian terjadi.Beberapa faktor tersebut antara lain:
 

Pertama, sibuk dengan urusan dunia hingga melupakan negeri akhirat. Terlebih di era modern dan orang-orang kota yang terlalu sibuk dan padat dengan segudang aktivitas. Kesibukannya telah menyita waktu hingga lupa akan tempat kembalinya (akhirat).

Senin, 24 Maret 2014

TUJUH RAHASIA ISTIGHFAR

Manaqib - Istighfar adalah memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan kalimat "Astaghfirullahal'adzim" atau kalimat lain yang semakna.

Permohonan ampun ini dilakukan dengan hati yang tulus dan dibarengi dengan penyesalan atas kesalahan serta bertekad untuk tidak mengulanginya.

Inilah 7 rahasia istighfar :

Sabtu, 22 Maret 2014

JIKA TAK LEMBUT MEMPERLAKUKANNYA MAKA DIA AKAN PECAH

Manaqib - Indah sekali bait yang digubah Imam as-Syafi'i ini
 
  إن قلوب الناس من زجاج  ----  إن لم ترفّق به تكسّر


(Hati manusia tercipta dari kaca**Kalau dirimu tak lembut memperlakukannya maka ia akan pecah)

Minggu, 09 Maret 2014

SIUMAN DARI LUPA

Manaqib - Telinga kita tentu tidak asing dengan istilah lupa, kondisi tidak ingat keadaan diri atau sekelilingnya. Ada tiga jenis lupa yang dialami manusia. Pertama, lupa hal-hal sepele, seperti lupa makan atau lupa di mana menaruh barang. Lupa jenis ini manusiawi belaka.

Tetapi, ada jenis lupa yang berbahaya. Misalnya, lupa tugas atau tanggung jawab. Dampaknya tidak hanya pada diri sendiri, tetapi juga orang lain.

Rabu, 12 Februari 2014

KIAT MEMILIKI KETEGUHAN HATI

Manaqib - Bila melihat kaum muslim saat ini, ternyata masih ada orang-orang yang memiliki keteguhan hati dalam membela agama Allah dan kesabaran menghadapi ujian yang dialami. Selanjutnya, apa yang membuat umat Islam agar memiliki keteguhan hati dan kesabaran? Ada beberapa alasan terkait hal tersebut, antara lain:
  1. Memiliki kekuatan iman yang kokoh. Hal ini tidak dapat dipungkiri karena penyerahan diri pada Allah dengan beriman dan percaya total kepada Allah akan menguatkan hati manusia.
  1. Memiliki pemimpin yang tangguh. Hal ini akan memberikan dukungan pada umat Islam yang menjadi orang-orang yang dipimpin. Pengaruh pemimpin cukup besar dalam mengubah atau mempengaruhi para pengikutnya baik dari segi pemikiran, mental, motivasi, dan sebagainya.

Sabtu, 01 Februari 2014

MAGNET HATI

Manaqib - Setiap manusia yang diciptakan Allah, memiliki potensi menerima dan menolak. Potensi menerima dan menolak merupakan sebuah keniscayaan pada diri manusia. Jika tidak memiliki potensi ini, berarti ia telah kehilangan dirinya, kehilangan rahasia wujudnya. Ia ibarat pohon kering yang daunnya berguguran, tidak hijau dan tidak hidup. Ia juga ibarat pohon yang tidak berbuah, hidup tapi seperti mati. Ia tidak memiliki pengaruh dalam kehidupannya karena hanya dapat mengambil tetapi tidak dapat memberi.


Potensi menerima dan menolak sangat dipengaruhi oleh hati. Bila hatinya baik, maka ia akan cenderung menerima kebaikan dan menolak keburukan. Sebaliknya, bila hatinya buruk, maka ia cenderung menerima keburukan dan menolak kebaikan.
 

Jumat, 24 Januari 2014

POHON IMAN

Manaqib - Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata, “Sesungguhnya dzikir kepada Allah akan menanamkan pohon keimanan di dalam hati, memberikan pasokan gizi dan mempercepat pertumbuhannya. Setiap kali seorang hamba semakin menambah dzikirnya kepada Allah niscaya akan semakin kuat pula imannya.” (at-Taudhih wa al-Bayan li Syajarat al-Iman, hal. 57)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Dzikir bagi hati laksana air bagi seekor ikan. Lantas apakah yang akan menimpa seekor ikan jika dia memisahkan diri dari air?” (al-Wabil ash-Shayyib min al-Kalim ath-Thayyib oleh Imam Ibnul Qayyim, hal. 71)

Sabtu, 18 Januari 2014

BASAHI LIDAH DENGAN DZIKRULLAH

Manaqib - Dzikrullah adalah benteng yang sangat kokoh untuk melindungi diri dari gangguan setan. Hal ini diketahui dari pemberitaan Allah Subhanahu wa Ta’ala lewat para RasulNya, antara lain lewat lisan Nabi Yahya ‘alaihissallam, sebagaimana hadits di bawah ini:


عَنْ الْحَارِثِ الْأَشْعَرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ أَمَرَ يَحْيَى بْنَ زَكَرِيَّا بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ أَنْ يَعْمَلَ بِهَا وَيَأْمُرَ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنْ يَعْمَلُوا بِهَا…وَآمُرُكُمْ أَنْ تَذْكُرُوا اللَّهَ فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ خَرَجَ الْعَدُوُّ فِي أَثَرِهِ سِرَاعًا حَتَّى إِذَا أَتَى عَلَى حِصْنٍ حَصِينٍ فَأَحْرَزَ نَفْسَهُ مِنْهُمْ كَذَلِكَ الْعَبْدُ لَا يُحْرِزُ نَفْسَهُ مِنَ الشَّيْطَانِ إِلَّا بِذِكْرِ اللَّهِ


Kamis, 16 Januari 2014

INGIN HUSNUL KHOTIMAH ? BERDZIKIRLAH

Manaqib - Ingin husnul khatimah ? Hidupkan setiap hari zikir pagi dan sore hari. Yang demikian itu bertujuan membentengi diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Di samping itu, yang bezikir pagi dan sore hari, jiwanya senantiasa dalam lingkaran berkah ruh zikir tersebut. Dengan berkahnya, Allah akan memudahkan segala urusannya, menyelamatkannya dari fitnah dan bahaya dan jika ajal menghampirinya, ia masih dalam ruang lingkup ruh zikir, sehingga ia kembali ke rahmat Allah dalam keadaan berzikir.

  
Yang menemui Allah di akhir hayatnya dalam keadaan berzikir akan selamat dari siksaan Allah. Yang demikian itu karena Allah tidak akan mengazab hamba-Nya dalam keadaan hatinya dipenuhi zikrullah (ingatan Allah) atau bacaan Alqur’an.


Jumat, 03 Januari 2014

URGENSI DZIKIR

Manaqib -
Syaikh Abdurrazzaq al-Badr hafizhahullah berkata, “Tidaklah samar bagi setiap muslim tentang urgensi dzikir dan begitu besar faidah darinya. Sebab dzikir merupakan salah satu tujuan termulia dan tergolong amal yang paling bermanfaat untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allah telah memerintahkan berdzikir di dalam al-Qur’an al-Karim pada banyak kesempatan. Allah memberikan dorongan untuk itu. Allah memuji orang yang tekun melakukannya dan menyanjung mereka dengan sanjungan terbaik dan terindah.” (Fiqh al-Ad’iyah wa al-Adzkar [1/11])

Sabtu, 21 Desember 2013

DZIKIR PALING UTAMA

H. Akbar

Dzikir yang paling utama adalah membaca al-Qur’an, sebab di dalamnya telah terkandung obat dan penyembuh bagi berbagai jenis penyakit hati; apakah itu penyakit syubhat maupun syahwat. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai umat manusia, sungguh telah datang kepada kalian nasehat dari Rabb kalian dan obat bagi apa yang ada di dalam hati.” (QS. Yunus: 57) (lihat Tazkiyatun Nufus wa Tarbiyatuha, hal. 47)
H. Akbar

Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah berkata, “Bagi seorang yang jatuh cinta, nama kekasih yang dicintainya tentu tidak akan lenyap dari dalam hatinya. Seandainya dia dibebani untuk melupakan kekasihnya dari ingatannya niscaya dia tidak mampu melakukannya. Seandainya dibebani untuk menahan lisan dari menyebut-nyebutnya niscaya dia pun tidak sanggup bersabar menahannya.”  
(Jami’ al-’Ulum wa al-Hikam, hal. 560)